Jingle Miner LTC-DOGE Hashcard menawarkan hashrate 600 MH/s dengan konsumsi daya nominal 160 W. Perangkat ini menggunakan algoritma Scrypt yang digunakan Litecoin (LTC to IDR) dan Dogecoin (DOGE to IDR), dengan desain ringkas untuk penggunaan mining skala rumahan.
Pada simulasi dari data ASIC Miner Value (AMV) yang diperbarui 28 September 2026, profitnya sekitar US$0,03 per hari dengan asumsi listrik US$0,10/kWh. Karena selisih pendapatan dan biaya listrik sangat tipis, review ini akan melihat spesifikasi perangkat, cara hasil mining diperoleh, dan biaya yang perlu dihitung sebelum membelinya.
Angka J/MH menunjukkan banyaknya energi yang dipakai untuk menghasilkan hashrate. Namun, spesifikasi tersebut merupakan angka dari produsen, bukan hasil pengujian perangkat dalam artikel ini.
Bentuknya memang ringkas, tetapi perangkat tetap menghasilkan panas saat bekerja terus-menerus. AMV mencantumkan kebisingan 40 dB, sedangkan kenyamanan suara di rumah akan bergantung pada jarak, kondisi ruangan, dan kipas saat beroperasi. www.asicminervalue.com
Spesifikasi ini memberi gambaran tentang kapasitas mesin. Untuk memahami dari mana hasil tambangnya berasal, kita perlu melihat hubungan mining LTC dan DOGE.
Bagaimanakah Cara Kerjanya?
Litecoin dan Dogecoin sama-sama menggunakan algoritma Scrypt. Melalui merged mining, pekerjaan komputasi yang sama dapat berkontribusi pada kedua jaringan, sehingga miner tidak memerlukan satu perangkat khusus untuk masing-masing aset.
Meski begitu, label “LTC-DOGE” tidak berarti LTC dan DOGE otomatis masuk ke dompet pengguna. Perangkat perlu dihubungkan ke mining pool, sementara aset yang diterima, biaya layanan, dan batas minimum pembayaran mengikuti ketentuan pool tersebut, seperti informasi yang kami kutip dari dogecoin.com
Karena itu, memilih pool merupakan bagian dari perhitungan hasil, bukan sekadar langkah teknis saat memasang mesin. Setelah cara pembayaran dipahami, barulah estimasi profit dari kalkulator bisa dibaca dengan tepat.
